KONFLIK DI BEKAS NEGARA YUGOSLAVIA
Setelah meninggalnya Yosep Broz Tito yang berhasil
menyatukan Yugoslavia, timbul konflik
diantara bekas negara bagian Yugoslavia yang ditandai oleh
pernyataan kemerdekan beberapa
negara bagian Yugoslavia antara lain :
1. Kroasia ( 25 Juli
1991)
2. Slovenia (25 Juli
1991)
3. Bosnia Herzegovina
( Februari 1992)
Bentuk Konflik :
1. Konflik antara
Serbia x Slovenia
2. Konflik antara
serbia x Kroasia
3. Konflik Serbia x
Bosnia herzegovina
Konflik ini mengakibatkan pembantaian warga Islam oleh orang
Serbia ( Cleansing
Ethnis ) karena tidak menginginkan berdirinya negara islam.
Bahkan PBB dan negaranegara
Barat terkesan membiarkan berlarutnya konflik tersebut.
PENYELESAIAN KONFLIK
Dilakukan oleh beberapa pihak antara lain :
1. PBB, yang
menyerukan kepada serbia agar menarik keluar tentaranya dari Bosnia dengan
mengirimkan
Yasushi Akashi sebagai mediator
2. NATO, mengirim
tentaranya ke bekas Yugoslavia dengan tugas melindungi warga
Bosnia dan
menciptakan wilayah-wilayah damai bebas dari peperangan
3. Indonesia, sebagai
ketua GNB (saat itu) Presiden Soeharto mendatangi bekas Yugoslavia
untuk mendamaikan
pihak-pihak yang bertikai
4. Perundingan
Dayton, Amerika Serikat ( 1 Nopember 1995) yang ditandatangani di Paris
(14 Desember
1995) sehingga disebut Perjanjian Paris. Dihadiri oleh pihak-pihak yang
bertikai yaitu :
a. Bosnia diwakili oleh Presiden Alija Izet Begovic
b. Kroasia diwakili Presiden Francko Tujman
c. Serbia diwakili oleh Presiden Slobodan Milosevic
ISI PERUNDINGAN DAYTON
Bosnia Herzegovina tetap sebagai negara tunggal secara
internasional dibagi atas : kesatuan
federasi Bosnia-Kroasia (51%), muslim (49 %)
Ibukota Sarajevo tetap bersatu dibawah federasi Muslim
Bosnia-Kroasia dan beberap
wilayah administarsi otonom dikontrol Serbia-Bosnia

